BANJARMASIN – Usulan pembangunan rumah adat Balai Laki dan Balai Bini serta fasilitas studio mini di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta mengemuka dalam rapat Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama Badan Penghubung dalam pembahasan program kerja, Kamis (29/10/2026).
Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Rais Ruhayat menyampaikan, usulan tersebut perlu dituangkan dalam matriks agar dapat diperjuangkan melalui pembahasan anggaran.
“Kami meminta dibuatkan matriksnya agar bisa diperjuangkan nanti di badan anggaran (banggar) untuk pembangunan balai laki dan balai bini berarsitektur khas Kalsel serta fasilitas studio mini,” ujar Rais.
Pembangunan Balai Laki dan Balai Bini dengan arsitektur khas Kalsel ini diharapkan Rais dapat memperkenalkan identitas budaya Banjar kepada pengunjung TMII.
Sementara itu, studio mini diharapkan menjadi fasilitas pendukung untuk mengenalkan kekayaan seni dan budaya daerah. Fasilitas tersebut direncanakan dapat dimanfaatkan oleh pelajar, mahasiswa, serta masyarakat di sekitar Jakarta dan Depok.
Melalui pembahasan bersama tersebut, usulan Badan Penghubung diharapkan dapat ditindaklanjuti dalam proses perencanaan dan pembahasan anggaran.(lokalhits)



