Budaya Banjar

11 Ribu Kosakata Banjar Masuk Ensiklopedia Digital Kalsel

BANJARMASIN – Sebanyak 11.000 kosakata Bahasa Banjar kini masuk dalam Ensiklopedia Kebudayaan digital yang disusun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan (Kalsel) sebagai bagian dari upaya melestarikan bahasa dan budaya daerah di tengah perkembangan era digital. Ensiklopedia tersebut disusun melalui kerja sama dengan Balai Bahasa. Selain memuat kosakata Bahasa Banjar, platform digital berbasis spasial itu […]

11 Ribu Kosakata Banjar Masuk Ensiklopedia Digital Kalsel Read More »

Gubernur Muhidin Resmikan Dermaga Pasar Terapung di TMII

JAKARTA – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin meresmikan Dermaga Pasar Terapung di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), sebagai upaya melestarikan budaya nusantara sekaligus meningkatkan daya tarik wisata di ibukota. Peresmian yang dihadiri sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah ini menandai dibukanya fasilitas replika pasar tradisional di atas air, yang diharapkan menjadi ruang pelestarian budaya

Gubernur Muhidin Resmikan Dermaga Pasar Terapung di TMII Read More »

Supian HK Sambut Putri Indonesia Kalsel, Dorong Pelestarian Budaya

BANJARMASIN – Ketua DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), H. Supian HK, menegaskan komitmennya dalam melestarikan budaya daerah dengan menyambut kunjungan Putri Indonesia utusan Kalsel 2026, Talita Fatimah, di kawasan Rumah Banjar DPRD Kalsel, Kamis (26/3/2026). Dalam pertemuan tersebut, Supian HK mengajak generasi muda untuk lebih aktif mengenal dan mencintai budaya Banua yang kaya akan nilai sejarah,

Supian HK Sambut Putri Indonesia Kalsel, Dorong Pelestarian Budaya Read More »

Racah Mampulang : Mengembalikan yang Hilang Memelihara yang Terlupakan

BALANGAN – Kedua tangan keriput Damanhuri (64 tahun) berayun penuh jiwa. Kadang cepat, lalu melambat, menciptakan irama yang mengalir dari tabuhan Babunnya. Suara tinggi melengking berpadu dengan nada sendu, mengundang kenangan masa silam. Di Pasar Budaya Racah Mampulang, lantunan musik tradisional itu bukan sekadar hiburan, ia adalah simbol kebangkitan budaya Banjar yang sempat terlupakan. “Dengan

Racah Mampulang : Mengembalikan yang Hilang Memelihara yang Terlupakan Read More »

Scroll to Top