Tim U-12 Kalsel Adu Kemampuan di Festival Forsgi Nasional

Festival sepak bola usia dini U-10 dan U-12 yang dilaksanakan Forsgi Kalsel (foto: ist)

BANJARMASIN – Forum Sepak Bola Generasi Indonesia (Forsgi) Kalimantan Selatan (Kalsel) mengirimkan tim U-12 untuk berlaga pada Festival FORSGI Nasional Piala Bela Negara yang berlangsung pada 22–26 Juli 2026 di Lapangan Sekretariat FORSGI Nasional, Pondok Gede, Jakarta.

Sebanyak 14 pemain terbaik hasil seleksi Festival Forsgi tingkat Kalsel dipercaya memperkuat tim pada ajang yang diikuti perwakilan dari berbagai daerah di Indonesia tersebut.

Ketua Forsgi Kalsel, Budiono, mengatakan keikutsertaan tim menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman bertanding sekaligus membina karakter pesepak bola usia dini.

“Festival tahun ini merupakan hasil kolaborasi Forsgi dengan Kementerian Pertahanan sehingga menggunakan nama Festival Piala Bela Negara. Kalsel hanya mengikuti kategori U-12 sesuai hasil seleksi yang telah dilaksanakan,” ujarnya, Rabu (22/7/2026).

Ia menjelaskan jumlah pemain yang dibawa menyesuaikan regulasi pertandingan. Dalam setiap laga, tujuh pemain diturunkan, terdiri atas satu penjaga gawang dan enam pemain lapangan, sementara seluruh pemain wajib memperoleh kesempatan bermain.

“Karena seluruh pemain harus tampil, maka pada babak kedua dilakukan pergantian penuh. Itulah sebabnya kami membawa 14 pemain agar semuanya mendapatkan menit bermain,” jelasnya.

Kontingen Kalsel turut didampingi pelatih, asisten pelatih, dan manajer dengan total 17 orang. Budiono juga dijadwalkan menghadiri pembukaan sebagai Ketua Forsgi Kalsel.

Ia berharap para pemain mampu menampilkan permainan terbaik sekaligus membawa nama baik daerah. Namun, menurutnya, pengalaman bertanding di level nasional menjadi nilai yang tidak kalah penting.

“Anak-anak akan bertemu dengan peserta dari berbagai daerah sehingga pengalaman, wawasan, dan mental bertanding mereka juga akan berkembang,” katanya.

Budiono menegaskan pembinaan di Forsgi tidak semata-mata berorientasi pada prestasi olahraga, melainkan juga pembentukan karakter.

“Tujuan kami bukan hanya mencetak pemain sepak bola yang hebat, tetapi juga anak-anak yang memiliki karakter baik sesuai nilai-nilai yang ditanamkan selama proses pembinaan,” tegasnya.

Menurutnya, kerja sama Forsgi Nasional dengan Kementerian Pertahanan menjadi langkah positif untuk memperkuat pendidikan karakter melalui olahraga sekaligus menanamkan nilai bela negara dan kebangsaan kepada generasi muda.

Ia berharap sinergi tersebut dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut mendukung pembinaan olahraga usia dini sehingga manfaatnya semakin besar bagi masa depan anak-anak Indonesia.(lokalhits)

Penulis Ani
Editor Ani

Artikel Lainnya

Scroll to Top