Perkuat Jati Diri Bangsa, Dirham Zain Dorong Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila

Dirham Zain saat kegiatan sosialisasi Pancasila di Kelurahan Landasan Ulin, Jumat (26/6/2026)
Dirham Zain saat kegiatan sosialisasi Pancasila di Kelurahan Landasan Ulin, Jumat (26/6/2026)

BANJARBARU – Ketika banyak anak muda lebih akrab dengan budaya populer luar negeri dibandingkan nilai-nilai dasar bangsa sendiri, kekhawatiran terhadap lunturnya identitas nasional semakin mengemuka.

Berangkat dari kondisi tersebut, Anggota DPRD Kalimantan Selatan, Dirham Zain, mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, mengamalkan Pancasila sebagai pedoman dalam menghadapi derasnya arus globalisasi.

Ajakan itu disampaikan Dirham saat menggelar sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-nilai Ideologi Pancasila di Kelurahan Landasan Ulin Timur, Kota Banjarbaru, Jumat (26/6/2026).

Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut, perkembangan teknologi informasi dan media sosial telah membuat berbagai budaya asing semakin mudah masuk ke kehidupan masyarakat.

Kondisi itu, kata dia, menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda agar tidak kehilangan karakter dan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

“Generasi muda jangan hanya mengenal Pancasila sebagai teori, tetapi menjadikannya sebagai pedoman dalam menyaring pengaruh budaya asing yang kian bebas mengalir melalui media sosial dan kehidupan sehari-hari,” ujar Dirham.

Ia mengaku prihatin melihat fenomena saat ini. Tidak sedikit anak muda yang lebih mengenal tokoh, tren, maupun budaya populer dari luar negeri dibandingkan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Padahal, menurut anggota Komisi I DPRD Kalimantan Selatan itu, globalisasi merupakan keniscayaan yang tidak mungkin dihindari.

Karena itu, lanjutnya masyarakat harus memiliki kemampuan menyaring setiap pengaruh yang datang tanpa kehilangan identitas sebagai bangsa Indonesia.

“Globalisasi tidak bisa dihindari, namun harus dihadapi dengan kecerdasan budaya. Pancasila adalah benteng paling kokoh untuk menjaga karakter bangsa agar tidak larut dalam arus tanpa arah,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dirham menjelaskan lima sila dalam Pancasila tetap relevan menjadi pedoman kehidupan, termasuk di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

—-Peserta sosialisai tampak antusias mendengarkan pemaparan narasumber—-

Ia menjelaskan, sila pertama menjadi landasan untuk menjaga keimanan, moral, dan etika di tengah derasnya pengaruh budaya luar.

Sementara sila kedua dan ketiga mengajarkan pentingnya menjunjung nilai kemanusiaan sekaligus memperkuat persatuan dalam keberagaman.

Adapun sila keempat dan kelima, lanjutnya, menjadi pijakan untuk membangun sikap demokratis, bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi keadilan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

“Nilai-nilai Pancasila tidak hanya diterapkan dalam lingkungan keluarga dan masyarakat, tetapi juga harus hadir dalam ruang digital yang kini menjadi tempat utama generasi muda berinteraksi,” katanya.

Sosialisasi tersebut mendapat sambutan positif dari warga. Sejumlah peserta mengaku memperoleh pemahaman baru bahwa Pancasila bukan sekadar hafalan yang dipelajari di bangku sekolah, melainkan nilai-nilai yang harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

Menutup kegiatan, Dirham kembali mengingatkan pentingnya menjaga jati diri bangsa di tengah derasnya arus globalisasi.

“Globalisasi boleh masuk, tetapi jati diri bangsa jangan sampai hilang. Pancasila adalah milik kita semua dan wajib kita jaga bersama,” pungkasnya.(lokalhits)

Penulis Riza
Editor Riza

Artikel Lainnya

Scroll to Top