Warga Kabupaten Banjar Keluhkan Jalan Gelap, Habib Farhan Dorong Pembangunan PJU

Anggota DPRD Kalsel, Habib Farhan BSA saat kegiatan SOSREV di Desa Kiram, Kabupaten Banjar, menyerap aspirasi warga terkait penerangan jalan dan kerusakan infrastruktur

BANJAR – Kegiatan reses anggota DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), Habib Farhan BSA, yang berlangsung pada 13 hingga 20 Mei 2026 di Kabupaten Banjar, dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai keluhan terkait infrastruktur dasar yang dinilai belum mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Dalam kegiatan yang digelar tersebut, warga mengeluhkan minimnya penerangan jalan umum (PJU) di kawasan permukiman.

Kondisi jalan kampung yang gelap saat malam hari dinilai membahayakan keselamatan masyarakat dan pengguna jalan.

Habib Farhan mengatakan persoalan penerangan jalan menjadi salah satu aspirasi yang paling banyak disampaikan warga dalam kegiatan tersebut.

“Warga berharap PJU segera direalisasikan karena kondisi jalan kampung masih gelap. Bahkan ada lampu yang sudah terpasang hampir setahun, namun hingga kini belum juga menyala,” ujar Habib Farhan.

Selain penerangan jalan, masyarakat juga mengeluhkan kerusakan jalan menuju kawasan Sei Pinang, Kabupaten Banjar, yang hingga kini belum diperbaiki.

Menurut warga, kondisi jalan yang rusak cukup parah itu menghambat aktivitas sehari-hari.

Politisi PKB Kalsel itu menilai persoalan infrastruktur di wilayah pinggiran masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera ditangani pemerintah daerah.

Fasilitas umum, sarana, dan prasarana dasar di sejumlah daerah pelosok disebut masih banyak dikeluhkan masyarakat.

“Infrastruktur dasar di daerah pinggiran harus menjadi perhatian serius. Banyak keluhan masyarakat terkait jalan, drainase, hingga fasilitas umum lainnya yang belum tersentuh secara maksimal,” katanya.

Ia juga menyoroti dampak pascabanjir yang masih dirasakan masyarakat di beberapa wilayah Kabupaten Banjar.

Menurutnya, keberadaan drainase atau saluran air di pinggir jalan sangat penting untuk mengurangi genangan dan mencegah kerusakan jalan beraspal.

“Daerah-daerah yang terdampak banjir membutuhkan saluran air yang memadai. Drainase di pinggir jalan penting agar air tidak menggenangi badan jalan dan merusak infrastruktur,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut turut disosialisasikan program bedah rumah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Warga berharap berbagai aspirasi yang disampaikan dalam kegiatan itu tidak hanya menjadi catatan, tetapi dapat segera ditindaklanjuti melalui program nyata pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik di Kabupaten Banjar.(lokalhits)

Penulis Ani
Editor Ani

Artikel Lainnya

Scroll to Top