BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Selatan terus mematangkan kesiapan Tugu 0 Kilometer sebelum diresmikan dan dioperasionalkan secara resmi.
Kepala Dinas PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib melalui Kepala Bidang Cipta Karya, Ryan Tirta Nugraha, menyampaikan bahwa saat ini Tugu 0 KM masih dalam tahap pemeliharaan dan penyempurnaan akhir.
“Untuk Tugu 0 KM, saat ini masih tahap pemeliharaan dan perbaikan serta pengaturan atau setting untuk sistem pencahayaannya (lighting),” ujarnya di Banjarbaru, Selasa (24/2/2026) melansir dari MC Kalsel.
Ryan menjelaskan, proses pemeliharaan yang dilakukan bersifat penyempurnaan teknis, termasuk penyesuaian sistem penerangan agar tampilan tugu lebih optimal, khususnya pada malam hari. Selain itu, pihaknya juga melakukan perbaikan terhadap fasilitas pendukung.
“Kemarin ada perbaikan pada water tank karena sempat terjadi pencurian besi. Itu sudah langsung kami ganti dan perbaiki. Tidak ada perbedaan dengan spesifikasi sebelumnya, tetap sama dengan penyedia,” jelasnya.
Terkait durasi pekerjaan, Ryan menyebutkan bahwa proses pemeliharaan tidak memerlukan waktu lama karena hanya berupa penyetelan dan perbaikan ringan. Pihaknya sempat menargetkan penyelesaian sebelum Ramadan, namun terdapat kendala teknis pada instalasi listrik.
“Awalnya kami harapkan sebelum puasa sudah selesai, tetapi ada sedikit kendala pada kelistrikan. Mudah-mudahan sebelum hari raya sudah bisa rampung,” tuturnya.
Setelah seluruh tahapan pemeliharaan dan penyempurnaan selesai, Tugu 0 KM akan diserahkan kembali kepada Biro Umum Setda Provinsi Kalsel sebagai pengguna (user).
“Setelah selesai, akan kami serahkan kembali kepada Biro Umum. Untuk peresmian dan hal-hal lainnya menjadi ranah Biro Umum. Kami di teknis tidak menentukan itu,” tegas Ryan.
Terkait operasional dan pengelolaan ke depan, ia menyebutkan masih menunggu arahan pimpinan. Skema pengelolaan bisa saja diserahkan kepada pihak ketiga, BUMD, atau dikelola langsung oleh Pemerintah Provinsi Kalsel. Dengan penyelesaian tahap pemeliharaan ini, diharapkan Tugu 0 KM dapat segera diresmikan dan menjadi salah satu ikon baru kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan.
“Pengelolaan ini penting untuk dimatangkan. Kalau dibuka tanpa pengelolaan yang jelas, akan berat dalam hal pemeliharaan dan operasional, termasuk penjagaan dan perawatan fasilitas,” pungkasnya.(lokalhits)



