RSUD Ulin Siapkan Rp5 Miliar Dana Pendamping 2026 untuk Warga Miskin

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, Dr. H. Among Wibowo, menyampaikan kebijakan dana pendamping serta rencana pengembangan layanan dan fasilitas rumah sakit, Rabu (28/1/2026)

BANJARMASIN – RSUD Ulin Banjarmasin memastikan dana pendamping tetap tersedia untuk membantu masyarakat miskin mendapatkan layanan kesehatan.

Pada tahun ini, RSUD Ulin mengalokasikan dana pendamping sekitar Rp5 miliar yang telah dikoordinasikan dengan instansi terkait.

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, Dr. H. Among Wibowo, menjelaskan dana pendamping diberikan kepada pasien yang memenuhi persyaratan sesuai petunjuk teknis (juknis) yang berlaku.

“Syarat utamanya KTP Kalsel, kemudian dilengkapi surat keterangan miskin dari kelurahan, kecamatan, Dinas Sosial, serta surat keterangan dari Dinas Kesehatan. Ada juga verifikasi tambahan seperti dokumentasi kondisi rumah,” ujar Among.

Ia menegaskan seluruh persyaratan tersebut bertujuan agar bantuan tepat sasaran dan benar-benar diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Meski demikian, RSUD Ulin tetap melayani seluruh pasien yang dirawat, baik berasal dari Kota Banjarmasin maupun kabupaten/kota lain di Kalsel.

“Pada prinsipnya semua pasien kami layani sebaik mungkin. Masyarakat miskin tetap berhak mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUD Ulin,” tegasnya.

Among menambahkan, apabila dana pendamping yang tersedia dirasa belum mencukupi, pihaknya akan membahas kemungkinan penambahan anggaran melalui APBD Perubahan.

Selain dana pendamping, RSUD Ulin juga terus melakukan pengembangan layanan kesehatan. Salah satunya melalui rencana renovasi kamar operasi untuk mengurangi antrean pasien operasi.

“Renovasi kamar operasi menjadi salah satu upaya kami untuk menekan daftar tunggu pasien,” katanya.

Renovasi kamar operasi akan dilaksanakan tahun ini dengan bekerja sama bersama Dinas PUPR.

Lokasi kamar operasi tetap berada di area Aster lantai 5 dan gedung IGD lantai 5, dengan peningkatan fasilitas agar lebih modern dan nyaman, tanpa menambah jumlah ruangan.

Selain itu, RSUD Ulin juga merencanakan renovasi sejumlah ruangan lainnya, seperti ruang VIP, poli VIP, dan layanan eksekutif, guna memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang lebih optimal.

Terkait keterbatasan lahan parkir, Among mengakui kondisi RSUD Ulin saat ini cukup padat akibat keterbatasan lahan dan banyaknya bangunan.

Untuk mengatasi hal tersebut, RSUD Ulin berencana membangun gedung parkir baru bekerja sama dengan Dinas PUPR.

“Dengan gedung parkir baru dan pengaturan regulasi parkir, kami harap kebutuhan parkir pasien dan masyarakat bisa lebih tertata,” pungkasnya.(lokalhits)

Penulis Ani
Editor Ani

Artikel Lainnya

Scroll to Top