BANJAR – Persoalan drainase dan genangan air pascabanjir menjadi salah satu keluhan utama warga saat kegiatan reses anggota DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), Habib Farhan BSA, yang berlangsung pada 13 hingga 20 Mei 2026 di Kabupaten Banjar.
Warga berharap pemerintah segera membangun saluran air atau drainase di sejumlah titik jalan yang selama ini kerap tergenang air, terutama saat hujan maupun setelah banjir melanda kawasan permukiman.
Aspirasi tersebut disampaikan langsung warga kepada Habib Farhan dalam kegiatan reses di Kabupaten Banjar.
Menurut Habib Farhan, masih banyak wilayah di Kabupaten Banjar yang mengalami persoalan genangan akibat buruknya sistem drainase di kawasan jalan beraspal dan permukiman warga.
“Daerah-daerah pascabanjir membutuhkan saluran air atau got di pinggir jalan agar air tidak terus menggenang. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa mempercepat kerusakan jalan,” ujarnya.
Ia mengatakan keberadaan drainase sangat penting untuk menjaga kualitas infrastruktur jalan sekaligus mengurangi risiko banjir dan genangan di kawasan permukiman masyarakat.
Selain berdampak terhadap kerusakan jalan, genangan air juga dinilai mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari, termasuk mobilitas warga dan pengguna kendaraan yang melintas.
Habib Farhan menilai pembangunan drainase di wilayah pinggiran perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar kerusakan infrastruktur tidak terus berulang setiap musim hujan.
Menurutnya, penanganan infrastruktur tidak hanya sebatas pembangunan jalan, tetapi juga harus disertai sistem pendukung seperti drainase yang memadai.
“Jalan yang sudah diaspal harus didukung saluran air yang baik supaya kualitas jalannya tetap terjaga dan tidak cepat rusak akibat genangan,” katanya.
Selain persoalan drainase, warga juga mengeluhkan kondisi jalan di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, yang mengalami kerusakan dan sering tergenang air saat hujan turun maupun pascabanjir.
Kondisi tersebut dinilai menghambat aktivitas masyarakat serta membahayakan pengguna jalan yang melintas di kawasan itu.
Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan jalan serta pembangunan saluran drainase di sepanjang jalan Desa Sungai Pinang agar akses transportasi masyarakat menjadi lebih aman, nyaman, dan tidak kembali rusak akibat genangan air.
Dalam kegiatan reses tersebut, warga juga menyampaikan berbagai aspirasi lain terkait pembangunan infrastruktur dasar, seperti penerangan jalan umum (PJU), perbaikan jalan rusak, hingga fasilitas umum di daerah pinggiran Kabupaten Banjar.
Warga berharap berbagai aspirasi yang disampaikan dalam kegiatan itu dapat segera ditindaklanjuti melalui program nyata pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik di Kabupaten Banjar.(lokalhits)



