Ekspor Melejit, Indocement Kantongi Laba Rp2,25 Triliun di 2025

Salah satu armada angkutan yang ada di PT Indocement
Salah satu armada angkutan yang ada di PT Indocement

JAKARTA – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk kembali menunjukkan ketangguhannya di tengah tekanan industri semen nasional sepanjang 2025.

Meski permintaan domestik melemah, perusahaan tetap mampu mencatatkan pertumbuhan laba yang solid.

Sepanjang tahun lalu, volume penjualan semen dan klinker tercatat sebesar 19,94 juta ton, turun 2,7% secara tahunan.

Penurunan ini terutama dipicu oleh lesunya pasar dalam negeri. Namun di balik itu, Indocement justru berhasil meningkatkan laba bersih sebesar 12% menjadi Rp2,25 triliun.

Kunci dari capaian ini terletak pada strategi adaptif perusahaan. Lonjakan volume ekspor yang mencapai 73,9% menjadi penopang utama di tengah melemahnya pasar domestik.

Tak hanya itu, efisiensi biaya operasional yang konsisten turut menjaga profitabilitas tetap kuat.

Dukungan tambahan juga datang dari keuntungan divestasi usaha patungan senilai Rp670 miliar, yang semakin memperkokoh kinerja keuangan perseroan.

Secara keseluruhan, Indocement membukukan pendapatan neto sebesar Rp17,73 triliun dengan margin laba kotor yang tetap terjaga di level 32,5%.

Dari sisi neraca, kondisi perusahaan terbilang sangat sehat. Hingga akhir 2025, kas dan setara kas mencapai Rp5,9 triliun, memberikan ruang yang cukup luas bagi perusahaan untuk menghadapi tantangan sekaligus menangkap peluang ke depan.

Memasuki tahun 2026, manajemen melihat adanya peluang pemulihan permintaan. Tekanan pasar diperkirakan hanya terjadi pada kuartal pertama, dipengaruhi oleh musim hujan dan periode libur Idulfitri.

Setelah itu, mulai kuartal kedua, permintaan diproyeksikan kembali menguat seiring masuknya musim kering serta meningkatnya belanja infrastruktur pemerintah.

Meski prospek terlihat membaik, Indocement tetap berhati-hati. Risiko fluktuasi harga energi akibat dinamika geopolitik global masih menjadi perhatian utama.

Oleh karena itu, perusahaan akan terus mengandalkan strategi pengendalian biaya serta meningkatkan penggunaan bahan bakar alternatif guna menjaga stabilitas kinerja.(lokalhits)

Penulis Ani
Editor Riza

Artikel Lainnya

Scroll to Top