DPKP Kalsel Prioritaskan Komoditas Pengendali Inflasi

Aktivitas peninjauan pertanian hortikultura oleh DPKP Kalsel di kawasan pengembangan komoditas strategis (Foto: MC Kalsel)

BANJARBARU – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan penyesuaian program dan kegiatan Bidang Hortikultura pada tahun 2026 seiring kebijakan pemangkasan anggaran serta sinkronisasi dengan program pemerintah pusat.

Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman melalui Kepala Bidang Hortikultura, Amir Sahlan, mengatakan bahwa secara prinsip arah program hortikultura tahun 2026 tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.

Penyesuaian dilakukan untuk mengikuti kebijakan nasional sekaligus menyesuaikan dengan keterbatasan fiskal daerah.

“Program dan kegiatan hortikultura tahun 2026 menyesuaikan dengan kegiatan di pusat, di samping adanya pemangkasan anggaran,” ujar Amir Sahlan di Banjarbaru, Selasa (3/2/2026) melansir dari MC Kalsel.

Ia menjelaskan, pengurangan anggaran pada tahun 2026 mencapai sekitar 50 persen dibandingkan tahun 2025.

Meski demikian, DPKP Kalsel tetap memprioritaskan pengembangan komoditas hortikultura strategis yang berpengaruh terhadap pengendalian inflasi daerah.

Komoditas sayuran yang menjadi fokus utama meliputi cabai besar, cabai rawit, dan bawang merah.

Sementara itu, untuk komoditas buah difokuskan pada buah unggulan, yakni pisang, durian, dan jeruk. Selain itu, pengembangan tanaman obat dan tanaman hias tetap menjadi perhatian Bidang Hortikultura.

“Karena anggaran berkurang, volume bantuan terpaksa kami turunkan. Contohnya pada bawang merah, sebelumnya kebutuhan satu hektare mencapai satu ton bibit, kini kami siasati menjadi 500 kilogram per hektare. Namun kami pastikan petani tetap mendapatkan dukungan,” jelasnya.

Amir menegaskan, keterbatasan anggaran tidak mengurangi komitmen DPKP Kalsel dalam mengawal pembangunan hortikultura, baik tanaman sayur, buah-buahan, maupun tanaman hias di daerah.

Selain itu, DPKP Kalsel juga merencanakan pengembangan tanaman hias melati yang selama ini dikembangkan secara swadaya oleh masyarakat di Kabupaten Banjar dengan luasan yang masih terbatas. Program tersebut direncanakan akan dioptimalkan pada tahun 2027.

“Kami melihat potensi melati di Kabupaten Banjar cukup besar, namun selama ini masih bersifat swadaya. Ke depan akan kami dorong agar pengembangannya lebih luas,” tuturnya.

Dalam mendukung pengembangan hortikultura dan tanaman pangan, DPKP Kalsel juga memanfaatkan lahan milik pemerintah daerah di kawasan Bukit Merangkul, eks kawasan Sport Center.

Di lokasi tersebut dikembangkan berbagai komoditas hortikultura, seperti bawang merah, cabai besar, cabai rawit, dan durian, serta komoditas tanaman pangan seperti jagung, singkong, kacang tanah, dan aneka sayuran.

“Untuk hortikultura, perkembangan cabai, bawang merah, dan durian di Bukit Merangkul cukup bagus. Lahan di kawasan ini sangat cocok untuk pertanian. Bahkan durian sudah ada yang tumbuh besar sehingga kami dorong pengembangannya lebih lanjut,” ungkap Amir.

Ia menambahkan, pengembangan hortikultura di Kalsel tidak hanya mengandalkan bantuan pemerintah, tetapi juga terus didorong melalui swadaya masyarakat.

Sejumlah kelompok tani di berbagai daerah tetap mengembangkan komoditas sayur dan buah secara mandiri.

Terkait sebaran komoditas buah, Amir menyebutkan durian dominan dikembangkan di Kabupaten Banjar dan Tanah Laut, serta sebagian di Hulu Sungai Tengah dan Tabalong.

Sementara pisang disalurkan sesuai permohonan kabupaten/kota setelah melalui proses verifikasi kelompok tani pemohon.

Adapun untuk komoditas jeruk, DPKP Kalsel terus berupaya mempertahankan produksi di tengah menurunnya dukungan pendanaan dari pemerintah pusat sejak 2023.

“Jeruk menjadi perhatian karena sebelumnya sangat didukung dana APBN. Namun dalam tiga tahun terakhir sudah tidak ada lagi, sehingga hanya mengandalkan APBD. Akibatnya, produktivitas jeruk di Barito Kuala dan Kabupaten Banjar mulai menurun. Ini yang terus kami antisipasi ke depan,” pungkasnya.(lokalhits)

Penulis Ani
Editor Ani

Artikel Lainnya

Scroll to Top