BALANGAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan melakukan monitoring langsung terhadap proses pemulihan pascabanjir bandang yang melanda Kecamatan Awayan dan Kecamatan Tebing Tinggi.
Monitoring tersebut dipimpin Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H. Rahmi, guna memastikan seluruh tahapan masa transisi pemulihan berjalan sesuai rencana.
H. Rahmi, Kamis (15/1/2026) menjelaskan bahwa saat ini Kabupaten Balangan telah memasuki pekan pertama masa transisi darurat menuju pemulihan, menyusul berakhirnya status tanggap darurat pada 3 Januari 2026.
Masa transisi pemulihan tersebut secara resmi ditetapkan mulai 5 Januari hingga 4 Februari 2026 sebagai tahapan awal pemulihan pascabencana.
Selama periode transisi ini, BPBD bersama instansi terkait telah menyusun sejumlah program prioritas, seperti perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan berat, sedang, maupun ringan.
Selain itu, pemulihan sektor pendidikan turut menjadi fokus melalui penyediaan seragam dan perlengkapan sekolah bagi peserta didik yang terdampak banjir bandang.
“Insya Allah juga akan disiapkan peralatan memasak dan makan untuk warga, serta pelaksanaan trauma healing di 10 titik wilayah terdampak,” ungkap H. Rahmi melansir dari infopublik.id
Ia mengatakan, kegiatan trauma healing tersebut akan dilaksanakan di satu titik di Kecamatan Halong dan sembilan titik lainnya di Kecamatan Tebing Tinggi, yang sebelumnya terdampak banjir bandang.
Memasuki satu minggu masa transisi, progres penanganan menunjukkan perkembangan yang cukup baik.
Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPerkim) telah merampungkan pendataan dan perhitungan tingkat kerusakan, bahkan telah memulai perbaikan rumah warga sejak beberapa hari terakhir.
“Perbaikan sudah berjalan dengan mendatangkan material seperti kayu dan melibatkan tenaga tukang. Dari 48 rumah yang mengalami rusak berat, ditargetkan seluruhnya dapat tertangani dalam waktu satu bulan. Saat ini sudah ada sekitar tiga hingga empat rumah dengan progres perbaikan berkisar 30 sampai 70 persen,” jelasnya.
Sementara itu, proses belajar mengajar bagi anak-anak terdampak telah kembali berlangsung meski masih dengan keterbatasan fasilitas.
BPBD berharap Dinas Pendidikan dapat segera merealisasikan penggantian seragam dan perlengkapan sekolah pada awal pekan ini.
Di bidang sosial, penyaluran peralatan makan dan memasak bagi warga yang kehilangan perlengkapan rumah tangga akibat banjir juga ditargetkan mulai terealisasi dalam waktu dekat.
Selain itu, kegiatan trauma healing akan segera dilaksanakan untuk membantu pemulihan kondisi psikologis masyarakat, khususnya anak-anak.
“Melalui langkah-langkah ini, kami berharap kondisi mental dan semangat masyarakat, terutama anak-anak, dapat kembali pulih sehingga aktivitas sehari-hari bisa berjalan normal,” tambahnya.
H. Rahmi menegaskan bahwa BPBD Kabupaten Balangan akan terus melakukan pemantauan dan melaporkan perkembangan masa transisi pemulihan secara berkala setiap minggu hingga kondisi masyarakat benar-benar pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa.
“Mudah-mudahan seluruh proses pemulihan ini berjalan lancar dan masyarakat Balangan dapat segera bangkit kembali,” tambahnya.(lokalhits)



