Ayam Wangi Nusantara Jadi Favorit Pecinta Kuliner di Banjarmasin

Sejumlah pembeli duduk menunggu pesanan Ayam Wangi Nusantara di halaman RRI Banjarmasin

BANJARMASIN – Usaha kuliner Ayam Wangi Nusantara milik Andika Jaya Saputra (33) terus berkembang dan ramai diminati pelanggan di halaman RRI Banjarmasin.

Sejak dibuka pada Januari 2026, usaha ayam rempah dengan berbagai pilihan sambal dan nasi daun jeruk dengan harga mulai Rp15 ribu itu kini mampu menjual ratusan porsi setiap hari.

Peningkatan penjualan tersebut membuat Ayam Wangi Nusantara semakin dikenal masyarakat. Andika mengatakan tingginya minat pelanggan menunjukkan kuliner ayam rempah memiliki pasar yang baik di Kalsel, termasuk di Banjarmasin.

“Adanya kompetitor bukan sebagai saingan, tapi menjadi tanda bahwa masyarakat menerima produk seperti ayam rempah dan nasi daun jeruk,” ujarnya.

Untuk mempertahankan usahanya, Andika mengaku terus menjaga kualitas rasa dan mempercepat penyajian agar pelanggan tidak menunggu terlalu lama.

Ia menyebut tingginya jumlah pesanan membuat usahanya beberapa kali harus tutup lebih awal pada malam hari karena stok habis dan pesanan yang membludak.

“Kami berusaha supaya customer tidak kecewa. Yang paling penting kualitas rasa dan penyajian tetap terjaga,” katanya.

Pemilik Ayam Wangi Nusantara, Andika Jaya Saputra

Andika mengungkapkan, penjualan Ayam Wangi Nusantara meningkat hampir 10 kali lipat dibanding awal membuka usaha.

“Awalnya mungkin hanya puluhan porsi per hari, sekarang bisa sampai ratusan porsi,” ucapnya.

Andika mengatakan, semangat berwirausaha sudah dimilikinya sejak kecil. Ia mengaku mulai membantu orang tua berdagang sejak SD, lalu berjualan gorengan saat SMP dan SMA.

Sebelum menjalankan Ayam Wangi Nusantara, Andika mengaku telah mencoba sekitar 17 usaha kuliner, mulai dari makanan, minuman, snack hingga pastry.

Meski beberapa kali mengalami kegagalan usaha, Andika tetap mencoba berbagai peluang bisnis hingga akhirnya menemukan usaha yang berkembang.

Ide membuka usaha tersebut muncul karena ia ingin menghadirkan makanan dengan harga terjangkau namun tetap memiliki cita rasa premium.

“Di Banjarmasin kebanyakan kuliner seperti soto, nasi kuning, dan lalapan biasa. Dari situ saya berpikir membuat ayam lalapan dengan berbagai rasa dan sambal,” jelasnya.

Nama Ayam Wangi Nusantara dipilih karena Andika ingin usahanya tidak hanya dikenal di Kalsel, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia.

Lokasi berjualan di halaman RRI Banjarmasin dipilih setelah melihat potensi keramaian dan aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.

Saat ini Ayam Wangi Nusantara telah mempekerjakan sekitar 11 orang. Sebelumnya usaha tersebut hanya dijalankan bersama istrinya.

“Alhamdulillah sekarang sudah bisa membantu membuka lapangan pekerjaan untuk orang sekitar,” tuturnya.

Pada awal merintis usaha, Andika menggunakan sejumlah peralatan usaha bekas yang masih layak pakai untuk menekan biaya operasional, seperti tenda, meja, dan kompor yang dibeli melalui marketplace sesuai kondisi modal yang dimiliki saat itu.

“Yang penting usaha dulu sambil jalan,” katanya.

Ia pun berpesan kepada masyarakat yang ingin memulai usaha agar tidak terlalu banyak berpikir dan berani mencoba menjalankan ide yang dimiliki.

“Kalau sudah keluar ide di otak, langsung gas saja, jangan kebanyakan mikir. Jangan jadikan modal sebagai yang utama, tapi utamakan keinginan untuk memulai,” ujarnya.(lokalhits)

Penulis Ani
Editor Ani

Artikel Lainnya

Scroll to Top