Jembatan Barito II Disiapkan, Dua Opsi Lokasi Masih Dikaji

Kepala Dinas PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib

BANJARMASIN – Rencana pembangunan Jembatan Barito II di Kalimantan Selatan (Kalsel) masih dalam tahap kajian.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tengah menyusun studi kelayakan atau feasibility study (FS) untuk menentukan lokasi pembangunan yang paling memungkinkan.

Kepala Dinas PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib mengungkapkan, terdapat dua alternatif yang sedang dipertimbangkan. Pertama, membangun jembatan baru tepat di samping Jembatan Barito yang saat ini beroperasi. Skema tersebut dikenal sebagai duplikasi jembatan.

Alternatif lainnya adalah membangun jembatan di lokasi berbeda, sekitar 4–5 kilometer ke arah hulu. Pilihan ini sekaligus berkaitan dengan rencana penambahan ruas jalan untuk menunjang pengembangan wilayah, terutama di Kabupaten Barito Utara.

Yasin menjelaskan, kebutuhan jembatan baru tidak terlepas dari kondisi Jembatan Barito yang usianya sudah cukup lama. Keberadaan jembatan pengganti juga dinilai penting untuk mengantisipasi gangguan lalu lintas ketika perbaikan dilakukan.

“Pertama, dari sisi umur jembatan ini sudah cukup berumur. Kemudian, kalau kita melakukan perbaikan, antreannya cukup panjang dan terjadi kemacetan,” ujarnya, Selasa (3/11/2026).

Selain persoalan usia dan kepadatan lalu lintas, pengalaman banjir besar pada 2021 turut menjadi pertimbangan. Saat itu, Jembatan Barito sempat tidak dapat difungsikan sehingga menghambat konektivitas antardaerah dan berdampak terhadap kegiatan ekonomi.

“Kita juga berkaca pada kejadian tahun 2021 ketika banjir besar, Jembatan Barito tidak berfungsi. Bisa dikatakan perekonomian kita lumpuh karena konektivitasnya tidak tersambung,” kata Yasin.

Menurutnya, keberadaan jalur tersebut juga sangat strategis bagi kelancaran distribusi barang menuju Kalimantan Tengah (Kalteng). Hampir 80 persen pasokan barang untuk provinsi tersebut bergantung pada distribusi melalui Pelabuhan Trisakti.

Karena itu, pembangunan jembatan baru diharapkan dapat mengurangi risiko terputusnya akses transportasi apabila terjadi gangguan pada Jembatan Barito.

“Kita berharap jangan sampai terjadi lagi gangguan pada Jembatan Barito II. Itu sangat mengganggu konektivitas kita ke Kalteng dalam mentransportasikan barang dan jasa,” tuturnya.

Mengenai pembiayaan, Yasin menyebut pembangunan fisik Jembatan Barito II direncanakan menggunakan anggaran dari pemerintah pusat melalui kementerian terkait.

Adapun jika alternatif pembangunan di lokasi baru dipilih, pembiayaan akan dibagi sesuai kewenangan masing-masing pemerintah daerah. Pembebasan lahan untuk jalan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Barito Kuala, sedangkan pembangunan fisik jalan direncanakan menggunakan anggaran Pemprov Kalsel.

“Untuk jembatan, sumber dananya nanti dari kementerian. Kemudian, untuk jalannya sendiri, kalau opsi kedua disepakati, pembebasan lahan dari Kabupaten Barito Kuala, sedangkan pembangunan fisik jalannya dari Pemerintah Provinsi Kalsel,” jelasnya.(lokalhits)

Penulis Ani
Editor Ani

Artikel Lainnya

Scroll to Top