BANJARMASIN – PT Air Minum (PAM) Bandarmasih segera merumuskan skema kompensasi bagi masyarakat yang terdampak krisis air bersih di Kota Banjarmasin. Saat ini, manajemen masih melakukan pendataan untuk menentukan bentuk dan besaran kompensasi yang dinilai sesuai dengan dampak gangguan pelayanan yang dialami pelanggan.
Direktur Utama PT AM Bandarmasih, Zulbadi, mengatakan, pihaknya berkomitmen menindaklanjuti keluhan dan aspirasi masyarakat akibat terganggunya distribusi air bersih. Untuk itu, pendataan dilakukan sebagai tahapan penting dalam menentukan kompensasi agar nantinya tepat sasaran.
“Secepatnya akan kami tindaklanjuti. Setelah pendataan selesai dan hasil perhitungannya dinilai ideal, akan kami bawa ke forum untuk dibahas dan ditetapkan nilai yang tepat,” ujar Zulbadi usai jumpa pers di Banjarmasin, Selasa (13/10/2026).
Dalam jumpa pers tersebut dipaparkan gangguan pelayanan air bersih di Banjarmasin berkaitan dengan intrusi air laut yang menyebabkan air baku di Intake Sungai Bilu mengalami peningkatan kadar garam sejak 9 Agustus 2026.
Mengacu pada keterangan dalam bahan yang disampaikan PAM Bandarmasih, kadar klorida yang melampaui ambang batas menyebabkan Intake Sungai Bilu tidak dapat dioperasikan untuk pengambilan air baku.
Sebagai langkah penanganan, pasokan air baku dialihkan ke Intake Sungai Tabuk dan Pematang Panjang dengan kapasitas sekitar 5.600 meter kubik per jam untuk mendukung operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) I A. Yani dan IPA II Pramuka.
Di sisi lain, PAM Bandarmasih mengoptimalkan distribusi air bersih melalui penyediaan 100 unit tandon yang ditempatkan di sejumlah wilayah terdampak. Distribusi tersebut didukung 21 unit armada pengangkut air, mulai dari truk tangki internal, kendaraan modifikasi, hingga armada bantuan pemadam kebakaran.
Sepanjang 1–12 Oktober 2026, tercatat sebanyak 1.170 kali pengantaran air bersih dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sektor sosial, pelanggan niaga, serta pengisian tandon.
Selain mendistribusikan air menggunakan armada tangki, PAM Bandarmasih menyediakan fasilitas keran air tawar gratis yang dapat dimanfaatkan masyarakat di enam titik strategis.
Beberapa lokasi yang disebutkan di antaranya Kantor Utama PAM Bandarmasih, Booster S. Parman, Kantor Bantu Cemara, dan Kantor MTP Sungai Lulut.
Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air sehari-hari selama gangguan pasokan belum sepenuhnya teratasi.
Untuk mengantisipasi persoalan serupa pada masa mendatang, manajemen PAM Bandarmasih juga merencanakan investasi berupa revitalisasi jaringan perpipaan air baku.
Program tersebut difokuskan pada penambahan jaringan pipa dari IPA II Pramuka menuju sumber air baku di Intake Pematang Panjang. Upaya ini ditujukan untuk memperkuat sistem penyediaan air baku dan meningkatkan ketahanan pelayanan air bersih di Kota Banjarmasin.
Meski demikian, untuk penanganan jangka pendek, perusahaan masih mengandalkan pengalihan sumber air baku dan distribusi melalui armada tangki serta tandon di wilayah terdampak.

Zulbadi berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga ketersediaan air baku dapat mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat.
“Mudah-mudahan turun hujan. Sehingga kami bisa segera memenuhi kebutuhan warga sehari-hari,” pungkasnya.(lokalhits)


