BANJARMASIN – Menghadapi musim kemarau panjang yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap, Anggota DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), H. Nor Fajri, S.E., mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan kesehatan.
Imbauan tersebut disampaikan Nor Fajri pada Jumat (7/8/2026). Ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kemarau, terutama ketika kualitas udara mulai menurun akibat asap karhutla.
Menurutnya, kemarau panjang tidak hanya meningkatkan risiko terjadinya karhutla, tetapi juga dapat berdampak terhadap kondisi kesehatan masyarakat.
“Yang paling utama adalah menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat yang cukup, serta menjaga stamina agar daya tahan tubuh tetap kuat menghadapi kondisi cuaca saat ini,” ujar Nor Fajri.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama saat kualitas udara mulai terganggu oleh kabut asap.
Penggunaan masker, kata dia, menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi paparan asap dan risiko gangguan pada saluran pernapasan.
Selain itu, masyarakat diminta memperbanyak konsumsi air putih. Suhu udara yang lebih panas selama musim kemarau dapat meningkatkan risiko dehidrasi apabila kebutuhan cairan tubuh tidak terpenuhi.
“Jangan lupa perbanyak minum air putih agar kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi,” katanya.
Nor Fajri juga mengajak masyarakat ikut mencegah terjadinya karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
Menurutnya, upaya pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan petugas. Peran masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga lingkungan dan mengantisipasi potensi kebakaran sejak dini.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi menjaga kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan selama musim kemarau 2026.
Pemerintah juga telah memperkuat langkah antisipasi karhutla di Kalsel sebagai bagian dari upaya menghadapi potensi peningkatan kebakaran selama musim kemarau.(lokalhits)



