Skrining Bayi Baru Lahir di Kalsel Ditanggung Kementerian Kesehatan

Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, dr. H. Diauddin, M.Kes memberikan keterangan terkait pelaksanaan program skrining bayi baru lahir yang menjadi bagian dari program nasional Kementerian Kesehatan

BANJARMASIN – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus memperkuat layanan skrining bayi baru lahir sebagai bagian dari program nasional Kementerian Kesehatan untuk mendeteksi secara dini berbagai kelainan bawaan pada bayi.

Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, dr. H. Diauddin, M.Kes, mengatakan Laboratorium Kesehatan Kalsel kini menjadi laboratorium rujukan pemeriksaan skrining bayi baru lahir bagi seluruh kabupaten/kota di Kalsel.

Menurutnya, program tersebut merupakan kebijakan pemerintah pusat yang mulai dilaksanakan sejak Januari 2026 dan wajib diikuti oleh seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

“Program ini merupakan kebijakan pemerintah pusat. Setiap bayi baru lahir wajib menjalani skrining sebagai upaya mendeteksi kelainan bawaan sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” ujar Diauddin pada Rabu (15/7/2026).

Ia menjelaskan, terdapat tiga parameter yang diperiksa dalam skrining tersebut, yakni Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK), Hiperplasia Adrenal Kongenital (CAH), dan Defisiensi Enzim G6PD.

Seluruh sampel dari fasilitas kesehatan di 13 kabupaten/kota dikirim ke Laboratorium Kesehatan Kalsel untuk dilakukan pemeriksaan sesuai standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

Diauddin menambahkan, tarif pemeriksaan untuk ketiga parameter tersebut telah ditetapkan sebesar Rp210 ribu.

Namun, seluruh biaya pemeriksaan ditanggung oleh Kementerian Kesehatan sehingga masyarakat tidak dikenakan biaya.

“Tarif pemeriksaan sebesar Rp210 ribu untuk tiga parameter sepenuhnya dibayarkan oleh Kementerian Kesehatan. Pemerintah kabupaten dan kota hanya mengirimkan sampel ke laboratorium rujukan,” jelasnya.

Dengan adanya layanan tersebut, diharapkan deteksi dini terhadap berbagai kelainan bawaan pada bayi dapat dilakukan lebih cepat sehingga penanganan medis dapat segera diberikan dan kualitas kesehatan anak di Kalsel terus meningkat.(lokalhits)

Penulis Faisal
Editor Faisal

Artikel Lainnya

Scroll to Top