BANJARBARU – Pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kualitas penduduknya.
Hal itulah yang jadi pesan utama Anggota DPRD Kalimantan Selatan, Dirham Zain, saat mensosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2025 tentang Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) di Kelurahan Komet, Kecamatan Banjarbaru Utara, Selasa (2/6/2026).
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini menjelaskan Grand Design Pembangunan Kependudukan merupakan dokumen perencanaan jangka panjang yang menjadi pedoman pemerintah daerah dalam mengelola berbagai aspek kependudukan secara terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Menurutnya, pembangunan kependudukan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan daerah.
Sebab, kata dia, pertumbuhan penduduk yang tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat menimbulkan berbagai persoalan sosial dan ekonomi di masa depan.
“Perda ini hadir sebagai pedoman untuk mewujudkan penduduk yang berkualitas, sejahtera, dan mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah,” ujar Dirham.
Anggota Komisi I DPRD Kalsel ini menjelaskan, terdapat lima pilar utama yang menjadi fokus dalam Grand Design Pembangunan Kependudukan Kalimantan Selatan.
Pilar pertama adalah pengendalian kuantitas penduduk. Melalui kebijakan ini, pemerintah berupaya mengelola tingkat kelahiran dan laju pertumbuhan penduduk agar tetap seimbang dengan daya dukung lingkungan serta kemampuan daerah dalam menyediakan layanan publik.

Menurut Dirham, pengendalian jumlah penduduk bukan bertujuan membatasi hak masyarakat, melainkan menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan penduduk dengan ketersediaan fasilitas pendidikan, kesehatan, perumahan, dan lapangan pekerjaan.
Pilar kedua menitikberatkan pada peningkatan kualitas penduduk. Dalam kesempatan itu, Dirham menegaskan kualitas sumber daya manusia harus menjadi prioritas utama pembangunan.
Upaya tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan akses pendidikan yang merata, pelayanan kesehatan yang berkualitas, serta penguatan kompetensi masyarakat agar mampu bersaing di tengah perkembangan zaman.
“Penduduk yang sehat, terdidik, dan memiliki keterampilan yang baik akan menjadi modal utama dalam mendorong kemajuan daerah,” katanya.
Selanjutnya, pilar ketiga berkaitan dengan pengarahan mobilitas dan persebaran penduduk. Dirham menjelaskan konsentrasi penduduk yang menumpuk di wilayah tertentu sering kali memicu berbagai persoalan, seperti kepadatan permukiman, kemacetan, hingga kesenjangan pembangunan antardaerah.
Karena itu, urai Dirham diperlukan kebijakan yang mampu mengarahkan urbanisasi dan persebaran penduduk secara lebih merata sehingga peluang pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, baik di perkotaan maupun wilayah pinggiran.
Pada pilar keempat, pembangunan keluarga menjadi aspek yang tidak kalah penting. Dirham menilai keluarga merupakan unit terkecil sekaligus fondasi utama dalam menciptakan generasi yang berkualitas.
“Oleh karena itu, ketahanan keluarga harus terus diperkuat melalui pendidikan, kesehatan, serta peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga,” jelasnya.
Menurutnya, keluarga yang harmonis dan sejahtera akan melahirkan generasi yang produktif, berkarakter, dan memiliki daya saing tinggi.
Sementara itu, pilar kelima berfokus pada pengembangan data dan administrasi kependudukan. Dirham menekankan pentingnya data kependudukan yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memastikan seluruh dokumen kependudukan, seperti kartu keluarga, kartu tanda penduduk, dan akta kelahiran, selalu diperbarui dan tercatat dengan baik.
Selain memberikan kepastian hukum, kelengkapan administrasi kependudukan juga menjadi syarat penting dalam memperoleh berbagai layanan publik.
Melalui sosialisasi tersebut, Dirham berharap masyarakat dapat memahami bahwa pembangunan kependudukan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
“Dengan pemahaman yang baik terhadap arah pembangunan kependudukan, kita dapat bersama-sama menyiapkan generasi yang unggul dan mewujudkan pembangunan Kalimantan Selatan yang lebih maju, merata, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Dalam kegiatan ini, juga disertai aksi sosial. Dirham menyerahkan santunan kepada janda tua di wilayah tersebut sebagai bentuk kepedulian.(lokalhits)



