JAKARTA – Di tengah perlambatan pasar semen nasional, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk justru berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang mengesankan sepanjang tahun 2025.
Perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp2,25 triliun, tumbuh 12% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kinerja positif ini diraih meski tekanan dari pasar domestik masih terasa. Total volume penjualan semen dan klinker tercatat sebesar 19,94 juta ton, turun 2,7% secara tahunan.
Penurunan terutama berasal dari pasar dalam negeri yang melemah 3,9%. Namun, lonjakan ekspor yang mencapai 73,9% menjadi penopang utama, membantu meredam dampak perlambatan tersebut.
Dari sisi pendapatan, Indocement mencatatkan Rp17,73 triliun, sedikit menurun 4,4% dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, perusahaan mampu menjaga profitabilitas dengan baik. Margin laba kotor tetap solid di level 32,5%, sementara laba usaha naik 13,1% menjadi Rp2,71 triliun dan EBITDA tumbuh 8,5% menjadi Rp4,27 triliun.
Peningkatan laba ini tidak lepas dari strategi efisiensi yang konsisten serta kontribusi keuntungan divestasi sebesar Rp670 miliar.
Posisi keuangan perusahaan juga terbilang sangat kuat, dengan kas dan setara kas mencapai Rp5,9 triliun.
Secara industri, pasar semen nasional mengalami kontraksi sebesar 2,2% pada 2025. Penurunan terdalam terjadi pada segmen semen curah yang merosot 8,3% akibat penyesuaian anggaran proyek infrastruktur pemerintah. Sebaliknya, segmen semen kantong masih mampu tumbuh tipis 0,5%.
Di tengah dinamika tersebut, Indocement tetap mampu mempertahankan pangsa pasar domestiknya di level 29,1%.
Meski demikian, penjualan perusahaan secara keseluruhan turun 4,2%, dengan penurunan terbesar terjadi pada segmen curah yang melemah 10,9%.
Tak hanya fokus pada kinerja finansial, Indocement juga aktif menjalankan berbagai langkah strategis sepanjang tahun.
Perusahaan mengakuisisi Terminal Siawung dan Terminal Lombok, serta memperpanjang sewa operasi Pabrik Maros. Selain itu, ekspansi bisnis dilakukan melalui pembentukan usaha patungan di sektor mortar lewat entitas anak, PT Pionirbeton Industri.
Di sisi keberlanjutan, Indocement terus memperkuat komitmennya terhadap lingkungan. Penggunaan bahan bakar alternatif meningkat dari 21,4% menjadi 29%, yang berdampak pada penurunan emisi karbon dari 533 kg menjadi 512 kg CO₂ per ton semen.
Dengan kombinasi strategi ekspansi, efisiensi, dan penguatan bisnis berkelanjutan, Indocement menunjukkan ketahanan di tengah tekanan industri. Kinerja ini menegaskan posisi perusahaan sebagai salah satu pemain utama yang tetap solid, bahkan saat pasar sedang tidak bersahabat.(lokalhits)



