BANJARMASIN – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), H Achmad Maulana, menyoroti kondisi infrastruktur di sejumlah jalur yang menjadi lintasan masyarakat menjelang arus mudik Lebaran.
Ia menyebut, beberapa ruas jalan dari Banjarmasin menuju wilayah Tapin hingga ke arah perbatasan Kalimantan Tengah masih membutuhkan perhatian serius, khususnya terkait penerangan jalan.
Menurutnya, tidak sedikit ruas jalan yang masih minim lampu penerangan sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama saat malam hari.
“Menjelang Lebaran ini infrastruktur sangat dibutuhkan. Bukan hanya perbaikan jalan, tetapi juga penerangan jalan karena masih banyak titik yang gelap,” ujarnya baru-baru tadi.
Maulana menjelaskan, kondisi tersebut menjadi dilema karena sebagian ruas jalan yang dimaksud merupakan jalan nasional menuju Kalteng. Namun di sisi lain, jalur tersebut juga sangat dibutuhkan masyarakat setempat untuk beraktivitas sehari-hari.
Sebagai langkah awal, pihaknya mengusulkan pemasangan lampu penerangan jalan dari kawasan Simpang Empat Ambulung hingga Jembatan Barito.
Ia mengatakan, Pemprov Kalsel direncanakan akan mengalokasikan anggaran sekitar Rp25 miliar untuk mendukung pembangunan penerangan di jalur tersebut.
Meski demikian, ia berharap program itu tidak berhenti di titik tersebut saja. Penerangan jalan diharapkan dapat diperpanjang hingga KM 21 Anjir yang menjadi salah satu batas wilayah menuju Kalteng.
Selain itu, ia juga menyoroti kondisi jalan ke arah Kabupaten Barito Kuala yang masih membutuhkan perbaikan di beberapa titik.
Menurutnya, selain lampu jalan, kondisi median serta permukaan jalan juga perlu diperbaiki agar perjalanan masyarakat, khususnya saat arus mudik, dapat berlangsung aman dan lancar.
Maulana menambahkan, jalur dari Sungai Andai hingga KM 21 bukan hanya digunakan sebagai jalur transportasi umum, tetapi juga menjadi pusat aktivitas masyarakat yang tinggal di sepanjang jalan tersebut.
“Setelah magrib masyarakat banyak beraktivitas di sekitar jalan, seperti menuju masjid atau kegiatan lainnya. Kalau jalannya gelap dan bergelombang tentu risikonya tinggi bagi masyarakat,” katanya.
Ia memperkirakan realisasi pembangunan penerangan jalan kemungkinan dilakukan setelah Ramadan.
Meski demikian, program tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan di kawasan tersebut.(lokalhits)



