BANJARMASIN – RSUD Ulin Banjarmasin terus mematangkan rencana pengembangan layanan jantung terpadu guna meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel) baik pasien dewasa maupun anak.
Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, Dr. H. Among Wibowo, menyampaikan saat ini layanan penanganan jantung, termasuk jantung anak, sudah didukung tenaga medis yang kompeten.
“Untuk penanganan jantung anak, kita sudah memiliki dokter jantung serta dokter anak subspesialis jantung,” ujar Among, Rabu (28/1/2026).
Ke depan, RSUD Ulin berupaya membangun Pusat Jantung Terpadu yang diharapkan dapat menjadi rujukan layanan jantung di wilayah Banjarmasin dan sekitarnya.
Menurut Among, keberadaan pusat jantung terpadu ini akan memberikan layanan komprehensif bagi pasien jantung, baik dewasa maupun anak, sehingga masyarakat tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah.
“Harapannya, dengan adanya pusat jantung terpadu di wilayah Banjarmasin atau sekitarnya, seluruh kebutuhan layanan jantung masyarakat bisa ditangani di RSUD Ulin,” jelasnya.
Terkait target pembangunan, Among menargetkan pusat jantung terpadu tersebut dapat mulai beroperasi pada tahun 2027. Sementara pada tahun 2026, pihaknya masih melakukan koordinasi lintas sektor.
“Insya Allah targetnya tahun 2027. Untuk tahun ini kami masih melakukan koordinasi, baik dengan PU maupun pihak terkait lainnya. Kami juga sudah membentuk tim-tim khusus, dan mudah-mudahan tahun ini perencanaannya bisa selesai, sehingga tahun depan bisa mulai diwujudkan,” katanya.
Pusat jantung terpadu ini nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas, tenaga medis, serta sistem pelayanan khusus yang mengutamakan keselamatan pasien.
“Kalau memang sudah berjalan, tentu akan ada jalur layanan khusus. Fokus utama kami adalah keselamatan pasien,” pungkas Among.(lokalhits)



