Diskominfo Kalsel Dukung Sitkamtibmas Lewat Media Digital

Kepala Dinas Kominfo Kalsel, Muhamad Muslim saat memaparkan materi dalam FGD Strategi Optimalisasi untuk Menjaga Ruang Media yang Sehat dan Aman di Banjarbaru, Kamis (8/1/2026) (Foto: MC Kalsel)

BANJARBARU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berkomitmen memperkuat strategi optimalisasi ruang digital untuk mendukung Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Sitkamtibmas).

Di tengah tingginya interaksi publik di media sosial, tantangan berupa hoaks, ujaran kebencian, dan kejahatan siber menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Kepala Dinas Kominfo Kalsel, Muhamad Muslim, menegaskan bahwa media sosial kini menjadi ruang utama interaksi publik yang memiliki pengaruh besar terhadap stabilitas sosial, persepsi masyarakat, hingga keamanan nasional.

Konten negatif yang tidak dikelola dengan baik berpotensi merusak kohesi sosial.

“Ruang media sosial saat ini sangat berpengaruh terhadap stabilitas sosial, persepsi publik, dan keamanan nasional,” ujar Muslim saat memaparkan materi dalam Focus Group Discussion (FGD) Strategi Optimalisasi untuk Menjaga Ruang Media yang Sehat dan Aman di Banjarbaru, Kamis (8/1/2026) melansir dari MC Kalsel.

Ia menyampaikan, berdasarkan data penanganan konten negatif periode 2024-2025, tercatat lebih dari tiga juta konten telah ditangani. Jenis pelanggaran didominasi konten perjudian dan pornografi.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Diskominfo Kalsel menerapkan prinsip komunikasi publik Verify, Clarify, dan Respond, agar masyarakat memperoleh informasi yang benar dan cepat sebelum hoaks menyebar luas.

Dalam implementasinya, Diskominfo Kalsel juga berencana membentuk Rapid Response Social Media Unit yang beroperasi 24 jam sehari dan berkolaborasi dengan Humas Polda Kalsel.

Selain itu, penguatan literasi digital terus dilakukan melalui empat pilar utama, yakni Digital Skill, Digital Culture, Digital Ethics, dan Digital Safety, guna meningkatkan kesadaran kritis masyarakat dalam bermedia digital.

“Strategi optimalisasi digital yang terencana dan berbasis data sangat penting untuk menjaga media sosial sebagai ruang publik yang sehat dan aman, serta mendukung tugas Polda Kalsel dalam menjaga sitkamtibmas,” pungkas Muslim.

Pemerintah juga mengajak masyarakat menerapkan etika “Saring Sebelum Sharing”, dengan memastikan kebenaran dan manfaat informasi sebelum menyebarkannya.

Melalui kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan komunitas digital, Kalsel diharapkan mampu mewujudkan ruang digital yang aman dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat.(lokalhits)

Penulis Riza
Editor Riza

Artikel Lainnya

Scroll to Top